4 Oktober 2011

Penting! mengawasi dan membimbing anak berinternet

Anak pertama saya berumur 13 tahun bulan November nanti, tapi ia telah memiliki akun facebook semenjak dua tahun yang lalu, tentu saja untuk mendaftar di facebook ia memundurkan tahun kelahiranya agar bisa sukses register di facebook, bahkan ia mempunyai akun facebook lebih dari satu.

Sekitar dua bulan yang lalu,tiba-tiba anak saya mengadu ke saya bahwa dua akun facebooknya di bajak orang, pembajaknya adalah seseorang yang menurut perkiraan berasal dari bantul, sebelum membjak akun fb anak saya dia sebelumnya berhasil membajak akun fb teman anak saya yang ahirnya di gunakan untuk membajak fb anak saya dengan sedikt tipuan dengan iming-iming emblem sebuah game dif b.

Perlu waktu 36 jam bagi saya untuk mengambil kembali dua akun fb anak saya tersebut, karena salah satunya selain telah diganti paswordnya, emailnyapun telah ganti pula. Saya sebenarnya agak heran, kok bisa saya berhasil mengambil kembali akun fb yang emailnya telah diganti tersebut, padahal ketika membantu orang lain melakukan hal yang sama saya tidak berhasil, karena saya tidak mengingat dan mencatat langkah-langkah saya mengembalikan akun fb anak saya tersebut. keberhasilan saya mengambil kembali akun fb anak saya tersebut bukan karena keahlian saya dalam hal keamanan internet, tetapi saya anggap hanya sebuah mukjijat dari rasa sayang dan tanggung jawab yang besar kepada anak saya.

Maksud saya menceritakan hal di atas adalah bukan karena ingin menceritakn keberhasilan saya yang awam pengetahuan security internet, mengembalikan akun fb anak saya yang di bajak serta telah dig anti emailnya, tetapi saya ingin menegaskan betapa berbahayanya seorang anak kecil mempunyai akun fb ( berinternet)yang tanpa diawasi orang tuanya.

Saya yakin banyak kejadian anak-anak yang akun fbnya di bajak dan tak bisa diambil lagi, lalu mereka bikin akun baru, toh tak sulit membuat akun baru, masalah akun mereka yang di bajak dan di gunakan untuk menipu temanya tak pernah mereka pikirkan.

Berdasarkan pengalaman saya, ternyata tak mudah membimbing dan mengarahkan anak berinternet secara sehat dan cerdas, buktinya anak saya yang saya awasi dan saya bimbing saja masih berhasil di tipu orang apa lagi yang tanpa pengawasan dan bimbingan orang tua. Pokok persoalan yang ingin saya sampaikan adalalah sangatlah penting pengawasan dan bimbingan orang tua dalam berinternet.

Berinternet tentu saja bukan hanya berfacebok ria, jadi Janganlah melepas begitu saja anak kita dalam berinternet, karena banyak sekali ranjau yang siap menjerat mereka, janganlah mentang-mentang internet di rumah telah memakai DNS nawala atau software lainya yang mampu memblokir situs-situs berbahaya lalu kita lepaskan begitu saja anak kita, ingat tak ada pelindung keamanan yang sempurna di internet, selalu ada celah untuk situs berbahaya bisa di buka.

“Ingat mereka adalah anak kita, bukan anaknya menteri kominfo atau anak Negara”( meminjam seloroh saudara Dony Bu dalam suatu kesempatan) .

Kesimpulanya, Tanggung jawab utama melindungi dan mendidik mereka tetap melekat pada kita orang tuanya, karenanya walau kementerian kominfo telah memblokir situs berbahaya, atau kita sendiri telah memakai penangkal, tak ada jaminan seratus persen situs berbahaya tak dapat di buka. Anak kita adalah tanggung jawab kita, tak bisa kita mempercayakan begitu saja pada kebijakn pemerintah dalam hal perlindungan terhadap anak dari bahaya situs porno dan situs berbahaya lainya, oleh sebab itu mulai sekarang mari lindungi dan bimbing anak kita berinternet secara sehat dan cerdas.

Sumber artikel klik disini

Artikel Terkait

Penting! mengawasi dan membimbing anak berinternet
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Open Cbox