7 Juni 2011

Setelah Gmail, Yahoo & Hotmail pun Jadi Target Serangan

Jakarta - Upaya penyusupan yang menyasar layanan email milik Google, Gmail, rupanya bak 'serangan berantai'. Setelah Gmail, pelaku diprediksi juga akan menempatkan Yahoo dan Hotmail sebagai target serangan.

Perusahaan keamanan internet Trend Micro telah mengeluarkan peringatan akan adanya percobaan penyusupan terhadap layanan email milik Yahoo dan Microsoft tersebut.

"Sejauh ini telah ada berbagai serangan terhadap platform webmail popular," tukas analis keamanan dari Trend Micro, Nart Villeneuve, dikutip detikINET dari AFP, Minggu (5/6//2011).

"Setelah serangan terhadap Gmail, layanan serupa seperti Hotmail dan Yahoo juga akan menjadi target berikutnya. Sementara model serangan tampaknya akan dilakukan secara terpisah, ini memiliki beberapa kesamaan yang signifikan," lanjut Villeneuve. 

Google sendiri sebelumnya telah mengakui adanya aksi peretas yang berupaya membobol layanan Gmail. Dicurigai pelaku berasal dari China.

Diduga, aksi itu adalah upaya untuk mendapatkan password dari ratusan pengguna layanan email Google. Termasuk pejabat pemerintahan Amerika Serikat, aktivis asal China dan wartawan.

Google menyebutkan, dalam blog resminya, bahwa serangan ini salah satunya menggunakan metode phishing. Metode ini dipakai untuk menipu pengguna hingga menyerahkan data-data penting seperti password.

Diduga, upaya itu dilakukan untuk memantau konten dari email para sasaran serangan. Sasarannya termasuk pejabat senior di pemerintah AS, aktivis politik China, pejabat di beberapa negara Asia (terutama Korea Selatan), anggota militer dan wartawan.

( ash / ash ) 


Artikel Terkait

Setelah Gmail, Yahoo & Hotmail pun Jadi Target Serangan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Open Cbox