7 Juni 2011

Bangkitnya Keamanan Informasi Kampus

Jakarta - Indonesia Academic CERT/CSIRT sebagai komunitas keamanan informasi di kampus yang dicanangkan di ITS Surabaya beberapa waktu lalu akan bergerak cepat untuk mengamankan aset-aset penting kampus.

Aset yang siap diamankan antara lain seperti data-data nilai, SDM, Dosen, finansial, skripsi, tugas akhir, tesis dan desertasi.

Pada rapat Indonesia Academic CSIRT kedua di ITS Surabaya, beberapa agenda dibahas antara lain belum adanya CERT/CSIRT (Insident Response Team) di masing-masing kampus, belum ada single point of contact (POC) bila ada insiden keamanan dan internet, belum ada roadmap keamanan informasi di kampus, belum terintegrasi keamanan di tiap fakultas dan lembaga pelayanan umum/mahasiswa dan belum ada security design serta policy untuk diimplementasikan dengan baik.

Sehingga dianggap perlu melakukan kolaborasi di antara beberapa kampus tersebut untuk saling mengamankan dan menjaga informasi yang berada di dalamnya.

Tahun 2011 merupakan kebangkitan keamanan informasi di kampus. Para mahasiswa dan dosen sebagai cikal bakal pemimpin nasional di negeri ini berkonsentrasi untuk mengembangkan sistem sekuriti, baik di kampus maupun secara nasional.

Hal ini pun dibutuhkan peran serta pemerintah sebagai pemegang kebijakan, industri sebagai pelaku dan akademisi sebagai konseptor, untuk saling berkoordinasi dan berkoordinasi, agar Indonesia bebas cybercrime dan tidak dicap sebagai bangsa yang suka melakukan tindak kejahatan di dunia maya.

Aktivitas Indonesia Academic CERT selain meeting nasional bidang CERT juga menggelar training gratis kepada para akademisi seperti setup malware Lab. Salah satunya dikomandani oleh Charles Lim, MSc. dan beberapa mahasiswa semester 2-4 dari Swiss-German University yang sudah menekuni bidang malware sejak 1 tahun lalu. 

Hasilnya cukup signifikan, sudah beberapa puluh malware yang lalu lalang di internet Indonesia sudah tertangkap oleh mereka dan dijadikan kelinci percobaan untuk dianalisa lebih lanjut.

'Tim Samurai' Jepang yakni Japan CERT/CC juga memberikan training gratis kepada para akademisi tentang cara-cara programming yang aman dan biasa disebut di Jepang sebagai Secure Coding. 

Di Jepang sendiri sangat mahal sekali mengikuti training seperti ini sedangkan di Indonesia diberikan gratis. Para peserta di Jepang biasanya dari kalangan industri seperti industri game, konten internet, perbankan, airline dan industri strategis lainnya. 

Para peserta cukup antusia karena 200 peserta yang datang dari belahan timur Indonesia mendapat kehormatan dan ilmu yang tidak sedikit diberikan oleh para ahli dari Negeri Sakura walaupun mereka sedang terseok-seok setelah mengalami gempa dahsyat dan tsunami.

*) Penulis adalah IGN Mantra, Analis Senior Keamanan Jaringan dan Pemantau Trafik Internet ID-SIRTII sekaligus Dosen Keamanan Jaringan dan Cybercrime, dapat dihubungi di email: mantra@idsirtii.or.id.

Artikel Terkait

Bangkitnya Keamanan Informasi Kampus
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Open Cbox